Adv_top
Rabu, 23 April 2014
Facebook Twitter
Suka Duka Siswa Lulusan Sampoerna Academy
Penulis: Valentinus Gilang Kurniawan
- Selasa, 17 Juli 2012 | 17:46 WIB
1883521
Ist

YangMuda.COM, Jakarta - Siswa lulusan pertama Sampoerna Academy bahagia dapat lulus dari sekolah sekaligus sedih meningalkan sekolah yang membangun mereka menjadi individu yang berprestasi.

Untuk pertama kali Sampoerna Academy tahun 2012 ini meluluskan siswa-siswinya yang masuk pada 209. Sebanyak 26 siswa berhasil menyelesaikan pendidikan di sekolah yang berada di bawah Putera Sampoerna Foundation. Sebanyak 25 siswa di antaranya berhasil masuk perguruan tingi di Amerika Serikat, dan sisanya diterima di beberapa perguruan tingi nasional di Indonesia.

Anga Khoirul Imam, salah satu siswa Sampoerna Academy Malang berhasil meneruskan jenjang pendidikan tingi di Texas tech University. Putra Indonesia kelahiran Malang itu mengungkapkan bahwa awalnya ia tak pernah menyangka dapat diterima di Sampoerna Academy dan masuk kuliah di luar negeri.

"Awalnya aku masuk ke Sampoerna Academy karena waktu itu aku ngak ada biaya untuk sekolah SMA. Terus di papan pengumuman sekolah aku lihat ada kesempatan beasiswa bersama Sampoerna Academy, dan aku masuk setelah melewati beberapa tahap. Dan akhirnya bisa dapat beasiswa ke luar negeri aku sangat senang sekali," ucap Anga yang ayahnya bekerja di pabrik senjata Pindad ini.

Lain halnya dengan Nur Aini Muqti yang akrab disapa Ani. Siswi berusia 18 ini mengaku sangat senang, namun juga merasa sedih karena harus meningalkan Sampoerna Academy dan teman-temanya di sekolah. Ani mendapatkan program beasiswa kuliah di Lonestar Comunity Colege untuk jurusan akuntansi.

Siswi asal kota Malang itu mengatakan, "Sudah banyak banget yang aku dapatkan di Sampoerna Academy. Ngak cuma pelajaran di kelas aja tapi aku juga dapet pelajaran hidup karena pertama kalinya masuk asrama dan meningalkan orang tua. Walau udah lulus aku juga sedih karena harus berpisah dari teman-teman yang sejak bangun di pagi hari dan tidur di malam hari selalu aku lihat wajahnya."

Ani yang akan berangkat menuju Houston, Texas megakui bahwa ia tak terlalu takut akan perbedan kultur atau bahasa di Amerika Serikat. Namun ia takut dengan iklim Texas yang katanya sangat panas sekali.

"Persiapan aku sih ngak ada paling mungkin cuma harus belajar beradapatasi dengan kebudayan setempat. Untuk bahasa, karena ayahku adalah dosen bahasa Ingris di universitas swasta, jadi aku tak terlalu khawatir. namun ada satu kekawatiranku untuk berangkat ke Texas, yaitu aku takut sekali kepanasan di kota yang katanya panas tersebut," jelas Ani.

Ani juga menyatakan harapanya jika kelak ia telah menyelesaikan pendidikan tinginya di Indonesia.

Ia menyatakan, "Karena aku percaya masa depan Indonesia ada di tangan anak muda aku ingin mendonasikan penghasilanku ke adik-adik kelasku atau teman-teman yang merasa kekurangan yang sama sepertiku. Aku ingin menjadi donatur agar mereka dapat merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan."

Para lulusan ini merupakan wujud nyata strategi Putera Sampoerna Foundation dalam menciptakan pemimipin masa depan yang mampu berkontribusi dan membuat perubahan di komunitasnya. [mor]

Metropolitan_pasarmodal_inilahdotcom
Adv_bottom